"Pasukan Angkatan Laut Garda Revolusioner tidak pernah melakukan latihan apapun di Selat Hormuz pekan lalu selama waktu yang diklaim oleh Amerika, untuk meluncurkan rudal dan roket," ujar juru bicara Garda, Ramezan Sharif dalam postingan di situs Garda.
"Publikasi berita palsu seperti itu di bawah situasi saat ini, sama dengan perang psikologis," demikian disampaikan Sharif seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (31/12/2015).
Sebelumnya, media Amerika, NBC News yang mengutip pejabat-pejabat militer AS memberitakan, Angkatan Laut Iran telah melakukan uji tembak beberapa roket di dekat tiga kapal perang Barat, termasuk kapal induk Amerika Serikat, USS Harry S Truman. Uji coba tersebut dianggap AS sangat provokatif.
Meskipun roket-roket Iran tidak ditembakkan ke arah kapal-kapal tersebut, namun lokasi jatuhnya roket yang dekat dengan kapal-kapal perang tersebut -- serta sejumlah kapal komersil -- memicu keprihatinan AS.
"Kami memandang penembakan yang begitu dekat dengan kapal-kapal tersebut sebagai hal yang sangat provokatif," ujar seorang pejabat militer AS seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/12/2015).
Pejabat AS tersebut membenarkan pemberitaan NBC News bahwa salah satu roket jatuh sekitar 1.500 meter dari kapal induk USS Truman yang berada di perairan Selat Hormuz pekan lalu. Sebuah kapal pergata Prancis dan kapal penghancur AS, USS Bulkeley juga berada di wilayah Teluk tersebut. (ita/ita)











































