Organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, setidaknya satu dari tiga ledakan bom di kota Qamishli tersebut disebabkan oleh pengebom bunuh diri. Aksi bom bunuh diri itu terjadi di sebuah restoran di kawasan mayoritas Kristen.
"Tiga ledakan, salah satunya oleh pengebom bunuh diri di dalam sebuah restoran, mengguncang kota Qamishli di provinsi Hasakeh," ujar direktur Observartory, Rami Abdel Rahman seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (31/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puluhan orang tewas dan terluka dalam pengeboman-pengeboman oleh petempur ISIS di tempat-tempat berbeda di kota Qamishli," demikian dilaporkan Amaq.
Menurut Observatory, semua ledakan di tiga restoran tersebut terjadi di zona yang dikuasai pasukan rezim Suriah. (ita/ita)











































