Demikian dilaporkan organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/12/2015).
Rusia mulai melancarkan serangan udara di Suriah pada 30 September lalu guna mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad. Menurut Observatory, serangan udara Rusia sejauh ini telah menewaskan 2.371 orang. Jumlah tersebut mencakup 792 warga sipil, yang 180 orang di antaranya adalah anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 924 milisi oposisi juga tewas akibat serangan Rusia. Di antara mereka termasuk para pemberontak Suriah yang didukung Amerika Serikat, juga para anggota militan Al-Nusra Front yang merupakan rival ISIS.
Rusia telah menuai kritikan dari kelompok-kelompok HAM, pemberontak Suriah dan negara-negara Barat karena serangannya telah menimbulkan korban jiwa warga sipil. Pekan lalu, organisasi Amnesty International juga menyatakan bahwa gempuran udara Rusia telah menewaskan ratusan warga sipil Suriah. (ita/ita)











































