ISIS Ternyata Punya Aturan Berhubungan Seks dengan Budak Perempuan

ISIS Ternyata Punya Aturan Berhubungan Seks dengan Budak Perempuan

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 06:59 WIB
ISIS Ternyata Punya Aturan Berhubungan Seks dengan Budak Perempuan
Foto: AFP
Suriah - Kelompok ekstrimis ISIS ternyata membuat aturan atau regulasi dalam berhubungan seksual dengan budak perempuan. Aturan tersebut menjelaskan kapan dan bagaimana si pemilik perempuan yang dianggap 'budak' dapat melakukan hubungan seksual dengan mereka.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/12/2015), aturan ini ditemukan dalam beberapa dokumen yang diamankan pasukan khusus AS saat melakukan serangan terhadap seorang petinggi ISIS pada bulan Mei lalu di kawasan Suriah. Pengungkapan dokumen ini ke publik merupakan yang pertama kalinya sejak dokumen tentang aturan tersebut ditemukan.

Beberapa aturan yang dijelaskan dalam dokumen itu yakni satu keluarga yang terdiri dari ayah dan anak dilarang untuk melakukan hubungan seksual dengan budak perempuan yang sama. Lalu ada aturan tentang 'bagian dari kepemilikan bersama', di mana para pejuang ISIS diperbolehkan untuk 'berbagi' hubungan seksual dengan seorang budak perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan yang dibuat ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) dunia. Mereka menganggap apa yang dilakukan ISIS adalah bentuk penculikan dan perkosaan atas ribuan perempuan dan anak perempuan yang sebagian masih berusia 12 tahun. Informasi menyebut bahwa kebanyakan korban berasal dari komunitas minoritas Yazidi di Irak Utara. Kebanyakan dari mereka diserahkan kepada pejuang sebagai hadiah atau diperjualbelikan sebagai budak seks.

Alih merasa marah, ISIS jusru bangga dengan perbuatan mereka. Kelompok ini bahkan menganggap apa yang mereka lakukan sebagai 'pengembangan departemen perampasan untuk mengelola praktik perbudakan.

Dalam laporan yang diterbitkan Human Rights Watch pada April lalu, 20 orang perempuan yang berhasil melarikan diri dari cengkeraman ISIS menceritakan pengalaman mengerikan mereka saat menjadi budak seksual. ISIS memisahkan wanita muda dan anak perempuan dari anak laki-laki dan wanita tua.

Pergerakan mereka terbilang rapi tanpa suara. Perempuan yang mereka pilih nantinya akan dijual atau diserahkan sebagai hadiah dan diperkosa serta menjadi korban kekerasan seksual berulang kali.

(rni/dhn)


Berita Terkait