Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Kantor Pemerintah Pakistan Jadi 21 Orang

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Kantor Pemerintah Pakistan Jadi 21 Orang

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 19:06 WIB
Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Kantor Pemerintah Pakistan Jadi 21 Orang
Ilustrasi (Foto: Luthfy Syahban/detikcom)
Mardan - Korban aksi bom bunuh diri yang menyerang kantor pemerintah di Pakistan terus bertambah. Korban tewas sejauh ini menjadi 21 orang.

Pernyataan itu disampaikan pejabat setempat seperti dilansir Reuters, Selasa (29/12/2015). Selain 21 orang tewas, peristiwa ini juga melukai lebih dari 70 orang.

Sebuah faksi Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri kantor cabang Nadra, Otoritas Pencatatan dan Database Nasional yang mengeluarkan kartu identitas pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang pembom bunuh diri mengendarai sepeda motor dengan bahan peledak menghantam kantor Nadra di Mardan di mana sejumlah besar orang berdiri di antrian," kata perwira polisi Naeem Khan.

Juru bicara Rescue 1122--lembaga pelayanan kemanusiaan darurat terbesar di Pakistan--Bilal Ahmad Faizi berkata, setidaknya 21 orang tewas dan 78 luka-luka. Dari jumlah itu, 28 orang di antaranya kritis.

Seorang karyawan Nadra, Mohammad Tariq, berada di dalam gedung ketika ia mendengar ledakan besar di luar gedung. "Kami masih di dalam kantor dan para pekerja polisi dan penyelamatan sibuk dengan pekerjaan mereka," katanya.

Jamaat ur Ahrar, sebuah faksi Taliban Pakistan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan pemerintahan Islam garis keras mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri ini.

Juru bicara Jamaat ur Ahrar, Ehsanullah Ehsan, mengatakan kantor itu adalah bagian dari "kafir negara Pakistan" sehingga sah menjadi target.

"Insya Allah, kami akan menargetkan semua organisasi Pakistan yang baik secara langsung maupun tidak langsung bagian dari perang ini," kata Ehsan dalam sebuah pernyataan. (hri/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads