Presiden Iran Serukan Negara Muslim Perbaiki Citra Islam di Mata Dunia

Presiden Iran Serukan Negara Muslim Perbaiki Citra Islam di Mata Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Des 2015 09:58 WIB
Presiden Iran Serukan Negara Muslim Perbaiki Citra Islam di Mata Dunia
Hassan Rouhani (REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA)
Teheran - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan agar negara-negara muslim berjuang memperbaiki citra Islam di mata dunia. Keberadaan militan radikal dinilai semakin memperburuk citra Islam.

"Kita harus menghilangkan citra negatif Islam dari dunia maya dan ruang nyata sekarang ini," ucap Rouhani saat menghadiri konferensi internasional bertema 'The Islamic World's Current Crisis' di Teheran, seperti dilansir AFP, Senin (28/12/2015).

"Sebagian besar kekerasan, teror, dan pembantaian, sayangnya, terjadi di dunia Islam," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengundang seluruh negara muslim di wilayah ini dan sekitarnya -- bahkan negara-negara yang hingga sekarang masih mengebom dan meluncurkan rudal ke negara tetangga mereka -- agar kita semua menghentikan ini dan memilih jalur yang benar," tegas Rouhani, tanpa menyebut lebih lanjut negara-negara yang dimaksudnya.

Namun Iran yang menganut Syiah ini mendukung pemberontak Houthi di Yaman, sedangkan rival mereka Arab Saudi yang menganut Sunni memimpin koalisi militer melawan Houthi sejak Maret lalu. "Berapa banyak bom dan rudal yang Anda beli dari Amerika untuk tahun ini?" tanya Rouhani.

"Jika Anda menyalurkan uang-uang yang digunakan untuk membeli bom dan rudal itu, ke kalangan warga muslim yang miskin, tidak akan ada yang tidur kelaparan," ucapnya.

Iran juga mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah, yang bertempur melawan pemberontak dan militan radikal termasuk Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). "Jika kelompok seperti Daesh (nama Arab ISIS) bisa merekrut pasukan, alasannya adalah keuangan dan kemiskinan," tuturnya.

Menurut Rouhani, bentuk-bentuk kemiskinan harus dihilangkan dari komunitas Islam. "Terorisme tidak akan bisa dihancurkan oleh bom. Selama bertahun-tahun, kita membahas persatuan. Apakah persatuan mampu terwujud tanpa keterkaitan ekonomi di dalam dunia Islam," cetusnya.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads