Berdasarkan informasi dari AFP, Senin (28/12/2015), bentrokan tersebut terjadi pasca kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama libur Tahun Baru. Gencatan senjata disetujui menyusul adanya kesepakatan baru dalam rangka menghentikan permusuhan kedua belah pihak.
"Dalam 24 jam terakhir ... seorang tentara Ukraina tewas dan tiga lainnya luka-luka," kata juru bicara militer Ukraina, Oleksandr Motuzyanyk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara pihak pemberontak Eduard Basurin menyatakan, dua warga sipil yang tewas terdiri seorang pria dan seorang wanita. Mereka ditemukan tewas di Desa Zaitseve. Namun belum bisa dikonfirmasi apakah wanita tua yang disebut Motuzyanyk merupakan orang yang sama dengan wanita yang disebut Basurin.
Lebih dari 9.000 orang tewas dalam konflik antara pasukan pemerintah Ukraina dengan separatis pro Rusia yang pecah sejak April 2014. Serangkaian upaya gencatan senjata telah dilakukan, namun bentrokan masih saja kerap terjadi.
Kiev dan negara barat menuduh Rusia yang memicu pemberontakan tersebut dan mengirim pasukan untuk melintas perbatasan. Tuduhan ini telah dibantah tegas oleh pemerintah Rusia di Moskow. (rna/hri)











































