Kedubes AS di China mengatakan bahwa mereka "menerima informasi kemungkinan ancaman" yang ditujukan pada orang Barat di Sanlitun, kawasan di mana banyak kantor kedutaan besar asing berada, di hari Natal pada 25 Desember 2015.
Apa yang dikatakan Kedubes AS di China itu, diikuti 3 negara lain yakni Australia, Inggris dan Prancis, tanpa dijelaskan lebih lanjut, demikian dilansir Reuters, Kamis (24/12/2015). Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Kepolisian Beijing dalam blog resminya mengatakan bahwa mereka mengkategorikan isu keamanan di Natal dan Tahun Baru tersebut dalam warna 'kuning', peringkat terendah kedua. Polisi sendiri fokus berjaha di area mal, kawasan yang dikunjungi banyak orang saat Natal.
Beijing secara umum aman, dan tindak kriminal jarang menyasar warga asing. Di beberapa bar dan restoran di Sanlitun memang kadang terjadi perkelahian. Pada Agustus 2015 lalu, seorang lelaki Prancis dan perempuan China ditusuk pelaku tunggal yang menyebabkan perempuan China tewas.
Halaman 2 dari 1











































