Tindakan mantan pejabat senior itu digolongkan tindakan korupsi, demikian dilansir Reuters, Kamis (24/12/2015).
Di China, ada suku-suku minoritas yang dapat hak khusus, termasuk subsidi. Dan dalam kasus-kasus sebelumnya, mayoritas yang berbohong dan mencantumkan etnis yang berbeda adalah etnis Han.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi Inspeksi Disiplin Partai Komunis mengatakan bahwa mantan pejabat itu, Guo Xiangyi, adalah seorang pejabat senior di wilayah Bortala, Xinjiang, telah menyalah gunakan kekuasaannya, menerima suap dan mengambil alih tanah. Bortala adalah rumah bagi etnis Mongol, dengan etnis minoritas Uighur, yang muslim dan berbahasa Turki.
Guo, seperti halnya etnis Han dinilai berdasarkan namanya, juga dituduh 'memalsukan dan mengubah etnis anak dan istrinya', demikian pernyataan Partai Komunis tanpa memberikan detil lebih lanjut.
"Guo telah dipecat dan diusir dari partai, dan kasusnya diserahkan kepada otoritas hukum", kata pernyataan itu, yang berarti ia akan dituntut.
Presiden China Xi Jinping telah meluncurkan kampanye sweeping terhadap korupsi yang mengakar sejak menjabat tiga tahun lalu.
Halaman 2 dari 1











































