Menurut informasi dari Departemen Pemadam Kebakaran Guangdong, seperti dilansir AFP, Rabu (23/12/2015), pria ini dinyatakan meninggal sekitar pukul 09.30 pada Rabu (23/12) waktu setempat. Dilaporkan sebelumnya, petugas penyelamat berupaya keras mengevakuasi pria ini dari timbunan lumpur.
Sedangkan satu korban selamat lainnya yang diidentifikasi sebagai Tian Zeming (19) dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat. Tian berhasil dievakuasi petugas dari timbunan lumpur pada Rabu (23/12) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari puluhan orang yang dinyatakan masih hilang sejak longsor terjadi pada Minggu (20/12) pagi. Jangka waktu 72 jam atau tiga hari setelah insiden dianggap sebagai kesempatan tertinggi untuk ditemukan korban selamat.
Jika melampaui jangka waktu itu, kecil kemungkinan untuk ditemukan korban selamat. Sejauh ini, otoritas setempat menyebut masih ada sekitar 76 orang yang hilang atau belum diketahui nasibnya.
Insiden longsor ini merupakan insiden terbaru yang melanda negara dengan penduduk paling padat di dunia ini. Beberapa bulan lalu, ledakan kimia di kawasan industri Tianjin menewaskan nyaris 200 nyawa.
(Baca juga: Jasad Pertama Dievakuasi dari Longsor China, Puluhan Orang Masih Hilang)
Longsor yang terjadi di kawasan industri Shenzhen ini diduga dipicu aktivitas penimbunan limbah lumpur yang tidak tepat. Limbah industri yang berbentuk tanah dan lumpur ditimbun hingga menggunung setinggi 100 meter di sebuah lokasi bekas tambang setempat.
Ketika hujan deras melanda Shenzhen pada Minggu (20/12) pagi, timbunan limbah lumpur itu longsor dan menerjang puluhan gedung yang ada di sekitarnya. Otoritas China mengerahkan tim untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh. Terlebih setelah ada laporan bahwa otoritas setempat sebenarnya telah merilis peringatan beberapa kali soal masalah timbunan limbah ini.
(nvc/nwk)











































