Seperti dilansir media setempat, The Star, Selasa (22/12/2015), pelaku yang berusia sekitar 20-an tahun namun tidak disebut namanya ini ditangkap polisi pada Senin (21/12) tengah malam. Kepala Kepolisian Petaling Jaya, Mohd Zani Che Din menyatakan pelaku akan mulai disidangkan Selasa (22/12) ini. Pelaku akan tetap dalam penahanan selama persidangan berlangsung.
Motif aksi ini diduga karena cemburu, karena pria ini tengah dalam proses perceraian dengan istrinya. Pelaku mendatangi lokasi yang merupakan tempat bekerja kekasih istrinya, pada Senin (21/12) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sang kekasih menyadari pelaku hendak melempar botol (molotov) ke arah mobil wanita itu, yang pintunya tengah terbuka karena wanita itu sedang membersihkan bagian dalamnya," terang Mohd Zani.
"Untungnya, wanita itu berhasil melompat keluar sebelum api membakar mobil," imbuhnya.
Pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian yang ada di dekat stasiun LRT Taman Jaya dengan sepeda motor, hanya meninggalkan sandal dan helm. "Api dengan cepat menyebar ke lima mobil lainnya yang ada di dekat mobil itu dan semakin membesar hingga sulit dipadamkan oleh warga," tuturnya.
Tiga suara ledakan sempat terdengar di lokasi hingga memicu isu soal ledakan bom. Kepolisian Malaysia, terutama Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar dengan cepat menampik isu bom itu dengan menyatakan sama sekali tidak ada ledakan bom di lokasi.
Dari enam mobil yang terbakar, empat mobil di antaranya hangus cukup parah. Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam bagi petugas pemadam untuk memadamkan api yang membakar keenam mobil ini. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat insiden ini.
(nvc/nwk)











































