Samir Qantar dibebaskan oleh Israel pada tahun 2008 lalu sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan Libanon. Bersama empat tahanan Hizbullah lainnya, Qantar ditukar dengan dua jasad tentara Israel. Sejak saat itu, sosok Qantar berkembang menjadi tokoh senior dalam tubuh Hizbullah.
Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (21/12/2015), Hizbullah menuding Israel bertanggung jawab atas tewasnya Qantar yang berusia 54 tahun tersebut pada Sabtu (19/12) waktu setempat. Hizbullah mengerahkan personelnya untuk membantu rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin utama Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah belum mengomentari kematian Qantar ini. Sedangkan pendukung Hizbullah berkabung dan menyatakan kematian Qantar ini tidak akan sia-sia dan akan dibalas di kemudian hari. Jenazah Qantar akan dimakamkan di pemakaman khusus Syiah di wilayah Dahiya, Beirut bagian selatan yang menjadi markas Hizbullah.
Foto mendiang Samir Qantar di rumah duka di Beirut (REUTERS/ Hasan Shaaban) |
Qantar dipenjara di Israel terkait serangan tahun 1979 lalu yang menewaskan empat orang. Tahun 2008, dia dibebaskan dan dipulangkan ke Libanon. Otoritas Israel tidak mengklaim secara langsung bahwa serangan udara mereka menewaskan Qantar, namun mereka menyambut baik kabar ini. Melainkan media nasional Suriah yang melaporkan serangan udara Israel mengenai apartemen enam lantai di wilayah Jaramana.
"Dia (Qantar-red) seorang teroris keji yang membunuh anak perempuan dengan meremukkan tengkoraknya dan melanjutkan aktivitas terorisnya setelah dibebaskan. Ini merupakan hal yang baik jika dia bertemu penciptanya," ujar Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, kepada radio militer setempat, merujuk pada salah satu korban anak-anak yang dibunuh Qantar tahun 1979 lalu.
Di sisi lain, kematian Qantar menuai kecaman dari Suriah dan Iran yang merupakan sekutu Hizbullah. "Pihak yang meraup banyak keuntungan dari pembunuhan Qantar ini adalah musuh Zionis (Israel) yang sejak lama dikenal dengan serangan pengecutnya," sebut Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zubi kepada televisi Hizbullah, Manar.
"Aksi semacam ini dari rezim Zionis (Israel) yang telah menjadi semacam modus, merupakan bentuk terorisme negara paling berbahaya," tuding juru bicara Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari seperti dikutip kantor berita IRNA.
(nvc/nwk)












































Foto mendiang Samir Qantar di rumah duka di Beirut (REUTERS/ Hasan Shaaban)