Dalam debat bakal capres Partai Demokrat yang digelar Sabtu (19/12) waktu setempat yang digelar oleh media AS, ABC News, Hillary menyebut Trump sebagai 'alat' paling ampuh dan kuat bagi ISIS untuk merekrut anggota baru. Pernyataan itu disampaikan Hillary menyikapi gagasan kontroversial Trump yang melarang seluruh warga muslim masuk ke wilayah AS.
"Dia (Trump-red) menjadi perekrut terbaik ISIS. Mereka (ISIS-red) akan menunjukkan kepada orang-orang, video-video Trump menghina Islam dan warga muslim demi merekrut lebih banyak jihadis radikal," sebut Hillary tanpa memberikan bukti spesifik yang mendukung pernyataannya itu. Hillary juga menyebut seruan Trump itu malah semakin mengobarkan 'api' radikalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hanya kebohongan Hillary yang lain. Dia (Hillary-red) banyak berbohong tentang banyak hal," tuding Trump.
"Dia seorang pembohong dan semua orang tahu itu. Dia hanya mengarang hal ini," imbuhnya.
Secara terpisah, tim kampanye Hillary enggan menanggapi tudingan balik Trump tersebut. Namun mereka menekankan bahwa pernyataan Hillary dalam debat Partai Demokrat didasarkan pada bukti bahwa banyak pendukung ISIS yang mengutip komentar kontroversial Trump untuk membuat kesan bahwa seluruh rakyat AS membenci muslim.
Disebutkan tim kampanye Hillary, seperti dilansir Reuters, bahwa pihaknya mendasarkan pada pernyataan pakar antiterorisme dan juga pesan via Twitter dari seseorang yang disebut sebagai 'pendukung ISIS paling vokal'. Ketua tim kampanye Hillary, John Podesta, bahkan menyebut indikasi itu cukup menunjukkan bahwa Trump membantu, bukannya melawan ISIS.
"Itulah interpretasi yang kita buat. Saya pikir itu tudingan yang adil," sebut Podesta saat berbicara di "Meet the Press" NBC.
(nvc/nrl)










































