Bahas Manusia Perahu dengan Australia, Ini Solusi yang Ditawarkan Menlu

Laporan dari Sydney

Bahas Manusia Perahu dengan Australia, Ini Solusi yang Ditawarkan Menlu

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 21 Des 2015 05:17 WIB
Bahas Manusia Perahu dengan Australia, Ini Solusi yang Ditawarkan Menlu
Foto: Menlu Retno di Australia (Fajar Pratama/detikcom)
Sydney - Menlu Retno Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu akan melakukan 2-2 meeting dengan Menlu dan Menhan Australia. Retno akan menawarkan solusi mengenai persoalan manusia perahu yang kerap membuat hubungan kedua negara naik turun.

Persoalan manusia perahu ini tak lain adalah ratusan ribu penduduk dari sejumlah negara, salah satunya Myanmar, yang melarikan diri dari negaranya karena adanya konflik berkepanjangan. Menggunakan perahu, mereka berlayar menuju Australia untuk mendapatkan kehidupan baru.

Oleh pihak Australia, rombongan yang kemudian dikenal dengan manusia perahu ini ditolak. Akhirnya mereka terdampar di perairan atau daratan Indonesia. Isu seputar manusia perahu itu membuat hubungan bilateral Indonesia Australia pasang surut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu tersebut akan dibahas dalam 2-2 meeting yang akan dilangsung di Sydney pada Senin (21/12/2015) hari ini. Retno -- yang akan lebih dulu bertemu empat mata dengan Menlu Australia Julie Bishop -- datang tidak dengan tangan kosong. Dia akan menawarkan solusi.

"Soal migrasi orang, transnational organize crime, akan kita bahas. Kami akan menawarkan solusi yakni dengan membahas akar persoalannya," ujar Retno di Hotel Sofitel Sydney Wentworth, Sydney, Minggu (20/12/2015) malam.

Retno mencoba menarik keluar benang kusut persoalan manusia perahu ini. Menurutnya, pembahasan mengenai aksi penyelamatan manusia perahu terus menerus, tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Kami akan membahas bukan pada responsnya tapi pada akar persoalan. Yakni mengapa migrasi ini bisa terjadi," ujar Retno.

Retno mengatakan Indonesia dan Australia sama-sama memiliki posisi kuat dan sumber daya untuk membantu negara asal manusia perahu tersebut. Perbaikan ekonomi dan juga pencegahan kejahatan lintas batas dinilai bisa menjadi solusi efektif.

"Indonesia dan Australia sama-sama punya kekuatan. Setiap kali mendapatkan tantangan yang sulit diselesaikan, kita bisa ke titik lain yang merupakan akar permasalahannya dan menyelesaikan dari situ. Begitulah cara kerja diplomat," ujar mantan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda ini.

Retno optimistis pembahasan dengan Bishop ini akan menghasilkan sesuatu yang positif. Sebabnya, Retno memiliki hubungan yang baik dan terbuka satu sama lain dengan koleganya itu.

"Komunikasi saya dengan Julie Bishop berada dalam kondisi yang sangat terbuka. Jika menemukan perbedaan langsung kami komunikasikan," ujar Retno.

(faj/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads