Dalam statemennya seperti dilansir Reuters, Minggu (20/12/2015), Kedutaan AS mengingatkan warga negara AS untuk menjauh dari Tunisia Mall di Berges du Lac, Tunis pada Minggu (20/12) dikarenakan "laporan yang kredibilitasnya tidak diketahui, yang mengindikasikan kemungkinan serangan teroris."
Kedutaan AS tidak menjelaskan lebih detail. Namun aparat keamanan Tunisia telah dalam keadaan siaga tinggi sejak bom bunuh diri pada 24 November lalu. Saat itu, 12 pengawal kepresidenan tewas akibat ledakan bom saat mereka akan naik ke bus yang akan membawa mereka bekerja. Sejak serangan itu, pemerintah Tunisia memberlakukan keadaan darurat di negeri itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tunisia telah menjadi target para militan setelah dipuji sebagai simbol perubahan demokratis di wilayah tersebut sejak perlawanan rakyat pada tahun 2011 berhasil menggulingkan Presiden Zine Abidine Ben Ali. (ita/ita)











































