Dalam publikasi mingguan yang mendokumentasi aktivitas militernya, ISIS menyebut kelompok 34 negara tersebut dungu. Sebelumnya, Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan, koalisi yang akan berbasis di Riyadh, Saudi tersebut akan mengkoordinasikan bantuan bersama antiterorisme di seluruh dunia Islam.
"Dengan seizin Allah, aliansi ini akan menjadi awal runtuhnya pemerintah-pemerintah tiran penindas di tanah-tanah Islam," demikian tulisan dalam publikasi ISIS tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (20/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan pembentukan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer," demikian pengumuman Saudi yang disiarkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Selasa (15/12).
Β
"Koalisi memiliki kewajiban untuk melindungi negara Islam dari kejahatan semua kelompok teroris dan organisasi sekte apapun dan nama-nama mereka yang mendatangkan maut dan kerusakan di muka bumi serta yang bertujuan untuk meneror orang yang tidak bersalah," lanjut pengumuman itu. (ita/ita)











































