Pada laman Facebook milik Angkatan Udara Libya diposting foto-foto pasukan AS yang mengenakan pakaian sipil, termasuk kemeja kotak-kotak, dan membawa senapan serbu. Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa para pria dalam foto-foto itu adalah memang pasukan AS yang berada di Libya pada Senin (14/12) waktu setempat.
Menurut pejabat Pentagon yang enggan disebut namanya itu, pasukan khusus AS tersebut berada di Libya atas persetujuan pejabat-pejabat Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat berada di Libya, para anggota milisi setempat menuntut agar personel AS pergi. Guna menghindari konflik, mereka pun pergi, tanpa insiden," imbuh pejabat Pentagon itu.
Sejak terguling dan terbunuhnya pemimpin Libya Muammar Khadafi pada tahun 2011, negeri itu terus dilanda konflik antara para milisi dan loyalis kesukuan yang berebut kekuasaan. Pemerintah Libya pun berjuang mati-matian untuk menjaga keamanan di negeri itu. Keadaan diperparah dengan masuknya kelompok radikal ISIS, yang memanfaatkan kekacauan di negeri itu dan makin melebarkan sayapnya. (ita/ita)











































