"Saya akan bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Salman, yang juga Menteri Pertahanan, dalam upaya kami untuk memerangi terorisme di tempat-tempat seperti Iran, Irak, Suriah dan Mesir," tutur Hishammuddin seperti dilansir New Straits Times, Kamis (17/12/2015).
Dikatakan Hishammuddin, kunjungan ini merupakan bentuk dukungan atas perdamaian.
"Kunjungan ini tak akan didasarkan pada aspek-aspek militer namun lebih ke pembicaraan mengenai bagaimana menghadapi ancaman yang ditimbulkan para militan ISIS," ujarnya pada konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ditambahkan Hishammuddin, dirinya akan mengundang para menteri pertahanan dari negara-negara ASEAN lainnya untuk mendukung aliansi tersebut.
"Perlu bagi negara-negara untuk mendukung perjuangan melawan terorisme ini. Saya pikir sudah waktunya bagi negara-negara muslim untuk benar-benar menghadapi ancaman yang ditimbulkan para militan ini," tegas pejabat tinggi negeri Jiran itu.
Selumnya pada Selasa, 15 Desember lalu, pemerintah Arab Saudi mengumumkan pembentukan aliansi militer yang terdiri dari 34 negara Islam guna memerangi terorisme. Aliansi ini akan berbasis di Riyadh, Saudi. Negara-negara yang ikut serta dalam aliansi ini mencakup Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, juga Turki, Malaysia, Pakistan, Teluk Arab dan beberapa negara Afrika.
(ita/ita)











































