Wanita bernama Nadia Murad Basee Taha (21) ini berbicara dalam sidang pertama Dewan Keamanan PBB soal perdagangan manusia, yang dihadiri oleh 15 negara anggota. Taha juga menyebut dirinya dijadikan semacam 'barang rampasan peran' dan disekap ISIS selama 3 bulan.
"Pemerkosaan dilakukan untuk menghancurkan wanita dan para remaja putri dan demi menjamin wanita-wanita ini tidak bisa menjalani kehidupan normal lagi. ISIS telah membuat wanita-wanita Yazidi diperdagangkan," terang Taha dalam sidang Dewan Keamanan PBB di markas PBB di New York, seperti dilansir Reuters, Kamis (17/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadia Murad Basee Taha (REUTERS/Eduardo Munoz) |
Menceritakan kisahnya, Taha mengaku dirinya diculik ISIS sejak Agustus tahun 2014 lalu dari desanya di Irak. Dia dibawa dengan bus ke sebuah gedung di markas ISIS yang ada di Mosul. Di sana, dilaporkan ribuan wanita dan anak-anak Yazidi diperjualbelikan dan saling ditukar sebagai hadiah.
Beberapa hari kemudian, Taha menyebut dirinya dibawa seorang pria yang tidak dikenalnya. "Dia memaksa saya untuk berdandan dan memakai make-up dan kemudian terjadilah malam yang mengerikan itu, dia melakukannya. Dia memaksa saya untuk melayaninya sebagai bagian dari faksi militernya, dia mempermalukan saya setiap hari," terangnya sangat emosional.
Taha sempat berusaha melarikan diri dari gedung di Mosul itu, namun ketahuan oleh seorang penjaga keamanan. "Malam itu, dia memukuli saya. Dia meminta saya membuka baju. Dia memasukkan saya ke sebuah ruangan dengan penjaga dan kemudian mereka melakukan kejahatan mereka hingga saya pingsan," tuturnya.
"Saya memohon kepada Anda, singkirkanlah Daesh (nama lain ISIS) secara keseluruhan," ucap Taha mengharap.
Nadia Murad Basee Taha berbicara di hadapan 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Eduardo Munoz) |
Taha akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari ISIS dan kini tinggal di Jerman. Dia mengaku beberapa saudara laki-lakinya tewas di tangan ISIS. Berbicara di depan Dewan Keamanan PBB membuat Taha sangat emosional, dia sempat menundukkan kepala usai berbicara. Para diplomat dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB memuji keberanian Taha untuk berbicara di depan banyak orang mengenai kisahnya.
Yazidi merupakan kelompok etnis minoritas di Irak yang menganut aliran kepercayaan berbagai elemen seperti Kristen, Zoroastrianism (aliran kepercayaan kuno di Persia sebelum Islam) dan juga Islam. Sebagian besar populasi Yazidi yang jumlahnya mencapai setengah juta jiwa, banyak tinggal di wilayah Irak bagian utara. Pada tahun 2014 lalu, ISIS menculik ribuan warga Yazidi yang dianggapnya sebagai pemuja setan.
(nvc/ita)












































Nadia Murad Basee Taha (REUTERS/Eduardo Munoz)
Nadia Murad Basee Taha berbicara di hadapan 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB (REUTERS/Eduardo Munoz)