Dilansir Reuters, Kamis (17/12/2015) polisi memastikan ancaman bom dan penyerangan tersebut adalah hoax sehingga sekolah dapat kembali dibuka. Polisi telah melakukan investigasi sebelum memastikan semuanya aman.
Penutupan kegiatan belajar dan mengajar sementara diberlakukan sejak Selasa (15/12) waktu setempat dan dibuka keesokan harinya. Ancaman di kedua kota ini dilakukan melalui surat elektronik atau email.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Email yang sama pun muncul pada sebuah sekolah di New York. Petugas setempat kemudian langsung memastikan itu hoax dan tak menutup kegiatan belajar mengajar.
"Pihak kami juga menerima pesan serupa tak lama setelah ancaman bom di LA. Setelah melakukan pemeriksaan kami simpulkan bahwa ancaman tersebut palsu atau hoax," ujar Kepala polisi New York Bill Bratton, Rabu (16/12). (bag/bag)











































