"Pihak kami juga menerima pesan serupa tak lama setelah ancaman bom di LA. Setelah melakukan pemeriksaan kami simpulkan bahwa ancaman tersebut palsu atau hoax," ujar Kepala polisi New York Bill Bratton seperti dilansir Reuters, Rabu (16/12/2015).
Bratton dan Wali Kota New York, Bill de Blasio melakukan konferensi pers dengan sejumlah media di New York. Mereka meyakinkan para orang tua dan murid di semua sekolah di kota tersebut untuk tenang karena keamanan masih kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Selasa pagi waktu setempat, lebih dari seribu sekolah di LA terpaksa ditutup setelah adanya ancaman bom melalui surat elektronik. Untuk menjamin keselamatan para siswa, kepolisian setempat bersama pihak sekolah memutuskan untuk menutup sekolah dan meliburkan muridnya.
Kota LA memang sedang dalam kondisi waspada, khususnya terhadap ancaman bom. Pada tanggal 2 Desember lalu, kota tersebut digegerkan dengan penembakan brutal yang menewaskan 14 orang di kawasan San Bernardino, sekitar 100 km sebelah timur LA. Pelaku penembakan adalah pasangan suami istri Syed Rizwan Farook (28) dan Tashfeen Malik (27). Keduanya tewas dalam baku tembak dengan polisi pada saat kejadian. (rni/bar)











































