Disampaikan Departemen Kehakiman AS, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/12/2015), Mohamed Elshinawy yang berasal dari Edgewood, Maryland ditangkap otoritas setempat pada Jumat (11/12) lalu. Dia juga dijerat dakwaan berbohong kepada agen federal dan menghalangi penyelidikan.
Menurut dokumen persidangan, Elshinawy yang merupakan warga negara AS ini menyatakan sumpah setia kepada ISIS pada Februari lalu. Dia juga menyatakan kepada saudara laki-lakinya bahwa dia ingin mati sebagai martir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen itu juga menyebutkan bahwa Elshinawy menggunakan beberapa telepon genggam yang langsung dibuang, demi menyembunyikan komunikasinya dengan orang-orang terkait ISIS.
Ketika diinterogasi agen federal AS, menurut dokumen persidangan, Elshinawy menyatakan dirinya tidak pernah berniat melakukan serangan teror. Dia juga mengaku hanya berusaha meyakinkan ISIS untuk mengirim uang kepadanya.
Elshinawy mulai disidangkan di pengadilan federal di Baltimore pada Senin (14/12) waktu setempat. Sejauh ini sudah lebih dari 70 orang yang ditangkap otoritas AS atas dugaan keterkaitan dengan ISIS sejak tahun 2014.
Dalam kasus lainnya, seorang anggota Garda Nasional untuk wilayah Illinois mengaku bersalah merencanakan serangan teror bersama saudara sepupunya. Keduanya merencanakan serangan terhadap fasilitas militer sebagai bagian dari konspirasi mendukung ISIS.
(nvc/ita)











































