"Serangan teroris di pintu masuk Yerusalem beberapa menit lalu," ujar juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, melalui akun Twitter-nya pada Senin (14/12) waktu setempat dan dilansir AFP, Selasa (15/12/2015).
"Teroris mengemudikan kendaraannya ke halte bus di pintu masuk kota. Teroris ditembak di lokasi kejadian," imbuhnya.
Kepolisian Israel menyatakan pelaku tewas akibat tembakan itu. Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai warga negara Palestina bernama Abdul Mohsen Hassouna (21) yang berasl dari Beit Hanina, Yerusalem Timur.
Foto dari lokasi kejadian (REUTERS/Ammar Awad) |
Secara terpisah, otoritas medis Israel menyatakan luka-luka yang diderita para korban tidak membahayakan nyawa mereka. Namun ada satu bayi yang berusia di atas 1 tahun yang mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit setempat, Hadassah. Disebutkan sedikitnya 11 orang mengalami luka ringan dan dua orang lainnya mengalami luka cukup serius dalam insiden ini.
Menurut polisi, pelaku penyerangan juga membawa kapak di dalam mobilnya. Motif penyerangan ini tidak diketahui pasti. Namun insiden semacam ini cukup sering terjadi di wilayah Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Pada 6 Desember lalu, insiden serupa terjadi di Yerusalem memicu tiga korban luka. Pelaku yang juga warga Palestina ditembak mati seorang tentara Israel yang ada di dekat lokasi kejadian.
Pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan agar pembatas beton ditempatkan di sekitar halte bus di Yerusalem untuk melindungi warga dari serangan semacam ini.
Mobil yang digunakan pelaku penyerangan (REUTERS/Ammar Awad) |
(nvc/ita)












































Foto dari lokasi kejadian (REUTERS/Ammar Awad)
Mobil yang digunakan pelaku penyerangan (REUTERS/Ammar Awad)