Namun dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (15/12/2015), Biro Investigasi Pusat (CBI) menyatakan tidak menggeledah kantor Kejriwal. Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat senior CBI yang enggan disebut namanya, karena dia tidak berwenang berbicara kepada media.
Menurut pejabat CBI itu, penyidik CBI hanya menggeledah kantor sekretaris Kejriwal, Rajendra Kumar, yang letaknya dekat dengan kantor Kejriwal. Kumar sendiri tengah diselidiki otoritas setempat terkait dugaan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Modi tidak bisa mengendalikan saya secara politik, dia melakukan tindakan pengecut ini," imbuhnya.
Kejriwal bahkan menuding CBI berbohong. "Kantor saya digeledah. Dokumen-dokumen kantor CM (kepala menteri) diperiksa. Biarkan Modi mengatakan langsung dokumen apa yang dia inginkan? Jika CBI memiliki bukti terhadap Rajendra, kenapa mereka tidak membaginya dengan saya," tegas Kejriwal.
Pertikaian ini merupakan yang terbaru antara politikus lokal ini dengan PM India. Keduanya berhadapan dalam pemilu tahun lalu untuk wilayah Varanasi. Meskipun dalam pemilu itu, Kejriwal kalah telak dari Modi, tapi dalam polling Bharatiya Janata Party (BJP) untuk majelis New Delhi pada Januari lalu, Kejriwal menang besar.
Sejak saat itu, keduanya selalu terlibat pertikaian, dengan Kejriwal menuding pemerintah federal yang dipimpin Modi menggagalkan usulannya untuk kemajuan New Delhi. Salah satunya usulan agar kendali kepolisian New Delhi ada pada pemerintahannya, namun usulan itu ditolak oleh PM Modi.
(nvc/ita)










































