Rilis Laporan Awal Jatuhnya Metrojet, Mesir: Tak Ada Indikasi Terorisme

Rilis Laporan Awal Jatuhnya Metrojet, Mesir: Tak Ada Indikasi Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Des 2015 18:12 WIB
Rilis Laporan Awal Jatuhnya Metrojet, Mesir: Tak Ada Indikasi Terorisme
Puing pesawat maskapai Rusia, Metrojet, yang jatuh di Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Kairo - Otoritas Mesir merilis hasil penyelidikan sementara atas tragedi jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, di Sinai. Penyidik tidak menemukan bukti keterlibatan terorisme maupun aksi ilegal lainnya yang memicu insiden tersebut.

Baik Rusia maupun negara-negara Barat lainnya telah menyatakan keyakinan bahwa pesawat jenis Airbus A321 itu jatuh karena bom. Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bahkan telah mengklaim pihaknya yang menyelundupkan bom ke dalam pesawat.

Dalam pernyataannya terbarunya, seperti dilansir Reuters, Senin (14/12/2015), Kementerian Penerbangan Sipil Mesir menyatakan telah menyelesaikan laporan awal soal insiden jatuhnya pesawat maskapai Metrojet. Dinyatakan bahwa sejauh ini, tidak ditemukan bukti bahwa jatuhnya pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak pada 31 Oktober lalu ini, merupakan tindak kriminal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komisi penyelidikan teknis sejauh ini tidak menemukan apapun yang mengindikasikan intervensi ilegal apapun maupun aksi teroris," demikian pernyataan Kementerian Penerbangan Sipil Mesir dalam pernyataannya.

(Baca juga: ISIS Sebut Bom Kaleng Soda Jatuhkan Pesawat Maskapai Rusia)

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Mesir, yang menjadi landasan ekonomi negara tersebut. Pesawat ini jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh di resor Laut Merah, yang terkenal di kalangan turis Rusia dan juga Inggris.

Insiden ini memicu pertanyaan serius soal keamanan bandara di Mesir. Bahkan Rusia dan Inggris sempat menghentikan sementara aktivitas penerbangan ke Sharm el-Sheikh usai insiden ini.

Mesir tengah menghadapi peningkatan aktivitas militan terutama di wilayah Sinai, di mana serangkaian serangan menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir. ISIS sendiri mengklaim pengeboman pesawat maskapai Rusia, Metrojet, itu sebagai balasan atas serangan udara Rusia di wilayah Suriah.

(Baca juga: Bom yang Jatuhkan Pesawat Maskapai Rusia Diletakkan di Kabin Dekat Ekor)

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini