Dilaporkan media AS, The Washington Post, dan dilansir AFP, Senin (14/12/2015), kalangan Partai Republik tengah berdebat soal rencana alternatif dalam konvensi pencalonan jika Trump terus mendominasi.
"Saya pikir mereka membuat kesalahan besar. Saya pikir saya satu-satunya yang bisa mengalahkan Hillary," ucap Trump menanggapi laporan itu kepada media AS lainnya, Fox News, merujuk pada kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump pun memiliki pesan khusus untuk kalangan Partai Republik. "Saya minta maaf saya melakukan ini kepada Anda, tapi Anda harus terbiasa dengan hal semacam ini. Ini menjadi salah satu masalah kehidupan," sebutnya.
Berdasarkan polling NBC/Wall Street Journal, Trump masih mendominasi di antara bakal capres Republik lainnya dengan perolehan 27 persen. Beberapa polling lainnya menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.
(Baca juga: Donald Trump: Teman Muslim Saya Tidak Setuju Larangan Muslim ke AS)
Namun polling NBC juga menunjukkan mencuatnya kandidat Republik lainnya, Ted Cruz, yang menduduki peringkat dua di bawah Trump dengan 22 persen. Cruz yang merupakan senator konservatif ini cenderung berhati-hati dalam mengkritik Trump di depan publik.
Padahal sebagian besar kandidat dan politikus Partai Republik lainnya terang-terangan mengecam Trump setelah dia melontarkan gagasan melarang muslim masuk ke AS. Kecaman juga muncul dari Gedung Putih serta negara-negara sekutu AS seperti Prancis, Kanada dan Inggris.
(nvc/ita)










































