Protes Larangan Muslim ke AS, Anonymous Retas Situs Trump Tower

Protes Larangan Muslim ke AS, Anonymous Retas Situs Trump Tower

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 12 Des 2015 10:12 WIB
Protes Larangan Muslim ke AS, Anonymous Retas Situs Trump Tower
Donald Trump (REUTERS/Mary Schwalm)
New York - Situs salah satu properti milik Donald Trump, Trump Tower, diserang kelompok peretas ternama, Anonymous. Anonymous membuat situs gedung pencakar langit di Manhattan, New York itu tak berfungsi sebagai kecaman atas seruan kontroversial Trump yang melarang muslim masuk ke AS.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (12/12/2015), situs gedung 68 lantai itu yang sering digunakan Trump untuk kampanye politik itu, tidak bisa diakses dan menjadi offline setelah muncul pesan via Twitter dari akun terkait Anonymous. Peretasan ini berlangsung selama 1 jam pada Jumat (11/12) waktu setempat.

"Situs Trump Towers NY tidak berfungsi sebagai pernyataan melawan rasialisme dan kebencian. www.trumptowerny.com/(apa yang Anda lihat adalah cloudfare offline backup)," demikian pernyataan Anonymous.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Donald Trump, berpikirlah dua kali sebelum berbicara apapun. Anda telah diperingatkan, Donald Trump," imbuh pernyataan itu.

(Baca juga: Donald Trump Masih Memuncaki Survei Meski dapat Kecaman Dunia)

Juru bicara Trump Towers belum bisa dimintai komentar terkait hal ini.

Peringatan Anonymous ini muncul selang beberapa hari setelah Trump yang merupakan bakal capres AS dari Partai Republik ini melontarkan gagasan melarang seluruh warga muslim masuk ke AS, sebagai respons atas penembakan brutal di San Bernardino oleh suami-istri muslim yang diradikalisasi.

Awal pekan ini, sebuah video yang mengklaim bagian dari 'Anonymous Operations' menyerukan bahwa: "Semakin sering AS terlihat menargetkan muslim, tidak hanya muslim radikal, bisa dipastikan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) akan memunculkannya dalam kampanye media sosial mereka."

Anonymous merupakan jaringan kelompok aktivis peretas yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka yang biasa disebut 'hacktivists' ini dikenal akan serangkaian serangan dunia maya terhadap ISIS usai serangan teror Paris pada November lalu yang merenggut 129 nyawa.

(nvc/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads