'Jab' Muhammad Ali dan Serangan Kareem Abdul Jabbar untuk Trump

'Jab' Muhammad Ali dan Serangan Kareem Abdul Jabbar untuk Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Des 2015 14:32 WIB
Jab Muhammad Ali dan Serangan Kareem Abdul Jabbar untuk Trump
Muhammad Ali (REUTERS/Andreas Meier/Files)
Washington - Mantan petinju dunia Muhammad Ali bergabung dengan kelompok yang mengecam bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Ali menyerukan umat muslim untuk melawan agenda radikal.

"Kita sebagai muslim harus menghadapi mereka yang menggunakan Islam untuk memperjuangkan agenda personel mereka," tegas Ali yang kini berusia 72 tahun dalam pernyataan dilaporkan NBC News dan dilansir Reuters, Jumat (11/12/2015).

Ali memang tidak secara langsung menyebut nama Trump, namun pernyataan ini diberi judul 'Presidential Candidates Proposing to Ban Muslim Immigration to the United States' oleh NBC News. Ali yang kelahiran Kentucky ini, masuk Islam sejak tahun 1964 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya seorang muslim dan tidak ada yang Islami dengan membunuh orang tak bersalah di Paris, San Bernardino, atau di lokasi lain di dunia ini. Muslim sejati tahu bahwa kekerasan keji yang dilakukan Jihadis Islam bertentangan dengan ajaran agama kita," ucapnya.

"Saya yakin bahwa pemimpin politik kita harus menggunakan posisi mereka untuk memberikan pemahaman tentang Islam dan mengklarifikasi para pembunuh sesat yang menyesatkan pandangan orang-orang soal Islam yang sebenarnya," imbuh Ali.

Donald Trump (REUTERS/Mary Schwalm)


Secara terpisah, juru bicara Ali, Robert Gunnell menyatakan bahwa pernyataan itu tidak secara langsung menanggapi pernyataan kontroversial Trump. Namun, lanjut Gunnell, lebih merupakan keyakinan Ali bahwa setiap umat muslim harus melawan pandangan jihad yang ekstrem. NBC News kemudian mengubah judul laporannya menjadi 'Statement from Muhammad Ali Calling on all Muslims to Stand Up Against Jihadist Radical Agenda'.

Sedangkan mantan bintang basket ternama, Kareem Abdul-Jabbar yang seorang muslim menyebut Trump sebagai kemenangan terbesar Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kritikan Abdul-Jabbar dipublikasikan oleh majalah TIME, di mana dia menjadi salah satu kolumnis. Dia menyamakan Trump dengan berbagai karakter, mulai dari penghasut massa, tokoh jahat dalam film James Bond, hingga bully di sekolah.

"Trump merupakan kemenangan terbesar ISIS: kandidat Manchuria yang cocok, yang bukannya menawarkan kebijakan nyata dan spesifik, malah memanfaatkan ketakutan publik, melakukan pekerjaan ISIS untuk mereka," tulis Abdul-Jabbar seperti dilansir The Washington Post.

Kareem Abdul-Jabbar bersama Presiden Barack Obama (Reuters/Larry Downing/Files)


Tulisan kolom Abdul-Jabbar ini dirilis pada Rabu (9/12) waktu setempat, atau selang dua hari setelah pernyataan Trump mendunia. "Trump tidak bertanggung jawab, retorikanya menghasut dan dengan sengaja menyebarkan informasi yang salah yang memicu ketakutan dan suasana negatif yang bisa mendorong orang melakukan kekerasan," sebutnya.

Trump menuai hujan kritikan dan kecaman dari banyak pihak usai melontarkan gagasan melarang warga muslim masuk ke AS, pekan lalu. Larangan ini akan berlaku sementara jika dirinya terpilih menjadi Presiden AS, setidaknya hingga otoritas AS mampu mengatasi ancaman yang muncul.

(nvc/mad)


Berita Terkait