Datanglah kami, detikcom, RCTI dipanduΒ Australia Plus ABC International ke Martin Place, Sydney, New South Wales, Australia pada September 2015. Letak kafe itu tepat di seberang Stasiun TV Chanel 7.
Di luar ada marmer berwarna terakota dengan tulisan latin Lindt dan jendela-jendela tinggi dengan tulisan Lindt Chocolate Cafe. Kami masuk ke dalam dan langsung melihat buku menu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Nograhany WK) |
Pesanan datang. Ada susu dalam teko kecil, kemudian cokelat yang sudah dilelehkan dan cangkir, semuanya dari porselen putih. Meminumnya harus mencampurkan kedua cairan itu. Rasanya, nikmat! "Lindt Pain Au Chocolate" yang saya pesan adalah roti croisant berisi cokelat dan berhiaskan cokelat di atasnya. Croisant-nya renyah.
(Foto: Nograhany WK) |
Kafe itu tidak terlalu ramai saat kami kunjungi, meski pengunjung keluar-masuk untuk membeli cokelat saja, tanpa mampir ke kafenya. Maklum, kami berkunjung hingga menjelang pukul 18.00, waktu kafe itu tutup.
(Foto: Nograhany WK) |
Dengan suasana yang tenang itu tak tersisa 'luka' bahwa kafe ini sempat menjadi tempat penyanderaan selama 16 jam pada 15 Desember 2014 lalu. Pelayan kafe menerima kami dengan ramah.
Saya dan rekan akhirnya undur diri setelah membayar pesanan saya, secangkir cokelat hangat AU$ 7,5 (Rp 75 ribu) dan sepotong "Lindt Pain Au Chocolate" seharga AU$ 6,5 (Rp 65 ribu). Bila Anda ke Sydney, mampir dan rasakan sendiri cokelat hangat yang nikmat itu.
Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1












































(Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)