Salah satu chef terkenal Australia yang mengusung konsep tren 'dari kebun ke piring' ini adalah Chef Matt Moran. Di salah satu restorannya, Chiswick (baca: chisik), Chef Matt membiarkan para pengunjung melihat kebun dari mana makanan yang mereka santap berasal.
Siang itu detikcom dan RCTI, atas undangan Australia Plus ABC International, mengunjungi restauran Chiswick milik Chef Matt Moran di Wollahra, Sydney, New South Wales, pada September 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Nograhany WK) |
"Chiswick itu restoran impian yang indah. Di samping restoran ini, mereka bisa melihat makanannya diproduksi dari mana," tutur juri Master Chef Australia pada 2011 ini. Β
Memang menumbuhkan bahan pangan restoran sendiri itu penuh dengan tantangan. Harus melihat musim dan sinar matahari yang tersedia.
"Matahari dan air, itu saja. Itu tak bisa dilewatkan," jelasnya.
(Foto: Nograhany WK) |
Tanaman herba yang ada di kebunnya semuanya bisa dimakan. Apa yang ditanam di kebun itu harus menjadi menu restorannya. Chef Matt menunjukkan beberapa herba seperti seledri, basil (semacam kemangi), artichoke, asparagus, kale, daun mint, oregano hingga kacang-kacangan.
"Tak ada yang lebih baik melihat tanaman yang Anda tumbuhkan sendiri, bahkan di rumah saya,Β saya menanam sendiri, kunci yang dikatakan jika Anda tahu asal usul makanan yang Anda makan, rasanya akan lebih enak. Tak ada yang lebih baik selain menumbuhkan sayuran Anda sendiri, kemudian menuangkan saus tomat yang Anda tumbuhkan dan buat sendiri, untuk pasta Anda, tak ada yang bisa mengalahkan itu," jelas Chef Matt.
(Foto: Nograhany WK) |
Chef Matt berpesan bahwa semua orang bisa menumbuhkan sayuran sendiri, bahkan orang yang hidup di apartemen.
"Anda bisa memiliki satu pot herbs, bagi saya tak ada yang lebih memuaskan daripada melihat tanaman yang Anda tumbuhkan sendiri, berbunga dan Anda mengubahnya menjadi sesuatu. Itu perasaan terbaik," jelas Chef Matt.
(Foto: Nograhany WK) |
Kala ditanya makanan Australia apa yang menurutnya terbaik dan bisa mewakili Australia, Chef Matt bingung menjawabnya. Pasalnya, Australia terdiri dari berbagai suku bangsa dan masing-masing punya makanan yang enak.
"Wah sangat susah memilihnya, karena Australia sangat multikultur. Kami memiliki pengaruh dari seluruh dunia. Apakah itu daging domba pada hari Minggu atau yamcha pada Sabtu pagi, sangat susah menjelaskannya karena kami bangsa yang punya banyak perbedaan budaya," jawabnya.
Namun, Chef Matt tak ragu menjawab masakan Indonesia apa yang paling disukainya.
"Nasi goreng," jawab pria yang punya 8 restoran ini mantap.
Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1












































(Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)