"Bahaya klasifikasi dan karakterisasi ialah itu bersifat dehumanisasi, bisa menjadikan mereka yang tidak bersalah sebagai korban," sebut Komisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, seperti dilansir AFP, Rabu (9/12/2015).
"Itu sungguh tidak bertanggung jawab, melihat tujuan dari kelompok ekstremis, menguntungkan mereka (ekstremis) dengan mengorbankan umat muslim," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Trump itu menanggapi penembakan brutal di San Bernardino, California yang didalangi oleh suami-istri muslim yang diradikalisasi. Kedua pelaku menewaskan 14 orang dalam serangan brutalnya yang 'dipuji' oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
"Muslim juga menjadi korban oleh kelompok ini (ekstremis), sama seperti umat Kristen atau Yahudi atau Hindu atau Buddha," ucap Al Hussein.
Dituturkan Al Hussein, pernyataan Trump soal larangan umat muslim masuk ke AS itu sangat mengkhawatirkan. "AS merupakan sebuah republik yang didirikan dengan dasar martabat dan hak individu," tandasnya.
(nvc/bpn)











































