"Seorang penumpang berdiri dan berusaha melakukan sesuatu terhadap pintu pesawat, tapi dihentikan oleh awak pesawat dan penumpang lainnya," tutur juru bicara maskapai Lufthansa, Andreas Bartels, seperti dilansir AFP, Senin (7/12/2015).
"Penumpang itu kemudian diamankan di kursinya sepanjang sisa penerbangan dan kemudian diserahkan kepada otoritas Belgrade," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu merupakan pintu biasa, yang tentu tidak bisa dibuka selama penerbangan.. bukan pintu kokpit," tegas Bartels menyangkal laporan awal televisi Serbia yang menyebut penumpang itu berusaha membuka pintu kokpit pesawat.
"Keselamatan pesawat tidak terancam bahaya dan pesawat mendarat dengan selamat di Belgrade," ucapnya.
Bartels menolak untuk menyebut lebih lanjut identitas maupun asal kewarganegaraan penumpang yang diamankan dalam penerbangan. Secara terpisah, televisi Serbia RTS TV melaporkan bahwa kepolisian setempat menangkap seorang pria Yordania yang berusaha masuk ke dalam kokpit pesawat Lufthansa.
Dilaporkan RTS TV bahwa pria itu tiba-tiba bangkit dari tempat duduk ketika pesawat tengah mengudara, kemudian menggedor pintu kokpit dan meminta dibiarkan masuk. Pria itu, menurut RTS TV, juga mengancam akan membuka salah satu pintu kabin pesawat jenis Airbus A319 itu ketika pesawat mengudara di atas wilayah Austria.
RTS TV juga menyebut, pria itu memiliki paspor Amerika Serikat dan berteriak beberapa kali bahwa dirinya ingin bergabung dengan Allah bersama penumpang lainnya. Kini, penumpang itu masih dalam penahanan otoritas Serbia.
(nvc/nwk)











































