Diduga Aksi Terorisme, Polisi Inggris Selidiki Penikaman di Stasiun Bawah Tanah

Diduga Aksi Terorisme, Polisi Inggris Selidiki Penikaman di Stasiun Bawah Tanah

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Minggu, 06 Des 2015 07:22 WIB
Diduga Aksi Terorisme, Polisi Inggris Selidiki Penikaman di Stasiun Bawah Tanah
Ilustrasi Stasiun Bawah Tanah di London (Foto: REUTERS/Andrew Winning)
London - Badan Keamanan Anti Teror Inggris (CTC) sedang menyelidiki kasus penikaman terhadap tiga orang. Penikaman tersebut terjadi di sebuah stasiun kereta api bawah tanah, London yang terlacak dari genangan darah di sekitar tempat penjualan tiket.

Atas insiden ini, satu orang ditangkap di Stasiun Leytonstone di timur ibu kota. Pihak CTC menyebut ini sebagai tindakan terorisme.

"Kami menyatakan perlakuan ini sebagai insiden yang dilakukan oleh teroris," kata Komandan CTC Richard Walton dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (6/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekaman video amatir saat ini telah beredar di internet. Dan menunjukan terdapat genangan darah serta jejak kaki di gerbang stasiun Tube.

Beberapa penumpang kembali melanjutkan perjalanan mereka saat kejadian. Sementara yang lainnya berlari menjauh dari tempat kejadian.

Dalam rekaman, seorang petugas sempat berteriak, "jatuhkan pisau itu!," dan kemudian menembakan pistol listrik.

Polisi baru dihubungi sekitar pukul 07.06 waktu setempat setelah adanya laporan penikaman di stasiun bawah tanah. "Tersangka dengan jenis kelamin laki-laki dilaporkan telah mengancam orang lain dengan pisau," ujar markas kepolisian Scotland Yard.

"Pria tersebut ditangkap pukul 07.14 dan dibawa ke kantor polisi di London Timur dimana ia kemudian ditahan," lanjutnya.

Satu orang mengalami luka serius akibat tusukkan pisau. "Ini telah mengancam jiwa orang lain dan mereka menderita luka ringan," tutur Walton.

Pihak kepolisian pun menyampaikan agar masyarakat tetap tenang namun tetap waspada. "Kami menganggap hal ini sebagai kejahatan terorisme. Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun harus waspada," tutupnya. (yds/rjo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini