"Tentu kita memiliki pandangan yang berbeda. Namun kita akan terus mempersempit perbedaan-perbedaan ini," kata Menlu Turki Mevlut Cavusoglu seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/12/2015).
Hal itu diungkapkan Cavusoglu di hadapan warga Rusia saat sarapan di kampung halamannya di Antalya. Antalya merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan Rusia di Pantai Mediterania, Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Cavusoglu juga telah bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Beograd, Serbia. Pertemuan itu merupakan kontak tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak insiden penembakan pesawat Rusia di perbatasan Suriah pada 24 November lalu.
Mengenai pertemuan dengan Lavrov, Cavusoglu memuji pembicaraan tersebut, meski belum menunjukkan adanya terobosan untuk mengakhiri ketegangan kedua negara
"Penting untuk tetap membuka saluran dialog," tutur Cavusoglu. "Pada kedua pihak ada keinginan untuk tidak meningkatkan ketegangan. Saya yakin bahwa akal sehat akan mengalahkan emosi," imbuhnya.
Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Rusia, Lavrov mengkonfirmasi bahwa tak ada terobosan dalam pertemuan tersebut.
"Kami bertemu dengan Cavusoglu. Kami tidak mendengar hal-hal yang baru. Menteri Turki mengkonfirmasi posisi yang telah mereka sampaikan. Kami pun mengkonfirmasi pandangan kami," ujar Lavrov. (yds/jor)











































