detikNews
Jumat 04 Desember 2015, 12:48 WIB

Jelajah Australia

'Keringat' Keluarga Chef Arnold-Reynold Poernomo di Dessert Bar Sydney

Nograhany Widhi K - detikNews
Keringat Keluarga Chef Arnold-Reynold Poernomo di Dessert Bar Sydney Foto: Nograhany WK
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Sydney - Keluarga celebrity chef asal Indonesia, Reynold Poernomo dan Arnold Poernomo, akan membuka dessert bar di Chippendale Creative Precinct, Sydney, New South Wales, Australia. Ada kisah kerja keras membangun bisnis kuliner di sana.

Pada suatu malam minggu di bulan September 2015 lalu, huruf REYNOLD terpampang besar di suatu stand yang bakal menjadi dessert bar yang saat itu hendak dibuka. Aneka dessert seperti fruit pie hingga macaroons disajikan dengan apik di atas piring. Harganya sekitar AU$ 7-8 (Rp70-80 ribu) per kue kecil itu. Harganya memang lumayan, namun rasa pie dan macaroons-nya sangat enak!

(Foto: Nograhany WK)


detikcom dan RCTI, atas undangan Australia Plus ABC International, mencoba mencari Reynold Poernomo, peringkat 4 besar Master Chef Australia 2015, yang juga adik dari juri Master Chef Indonesia, Arnold Poernomo. Namun sayang, sang chef sedang ke Indonesia. Maka, kakak Arnold dan Reynold-lah yang menemui kami, Ronald Poernomo.

"Core menu dessert bar, obviously dessert. Yang bakal desain menu dessert Reynold Poernomo, adik saya paling kecil yang baru selesai Master Chef Australia di sini. Nah Arnold, dia bakal datang juga, dia bakal desain menu savourie-nya, saya bakal jadi bagian-bagian bikin cocktail dan minuman, lengkap," tutur Ronald menjelaskan konsep dessert bar yang baru dibuka ini.

Ronald mengaku ini toko dessert pertama yang dibuka berpartner dengan saudaranya. Dia mengaku lumayan nervous dan deg-degan.

"So far it's gonna be okay, kita bikin pop up store, orang-orang pada datang support, very big support. Responsnya positif banget. Australia adalah negara yang benar-benar multikultur banget. You can almost find anything in the world in Australia," jawab Ronald kala ditanya respons toko dessert bar-nya.

Seperti kedua saudaranya, Arnold dan Reynold, Ronald juga pandai memasak. Uniknya, mereka semua, tak memiliki latar belakang pendidikan formal tata boga atau chef. Semuanya belajar memasak dengan otodidak.

Ronald Poernomo melayani konsumen (Foto: Nograhany WK)


"Saya sebenarnya nggak pernah bikin kue, baru 3 tahunan ini dari Mama, bikin kue. Sebelumnya saya hospitality gitu, bikin minuman, barista, sempat kerja di advertising juga. Nggak ada sama sekali, nggak ada pendidikan chef," tuturnya.

Namun, diakuinya, sejak kecil, dia dan adik-adiknya sudah tumbuh dalam dunia kuliner. Orangtuanya, terutama sang ibu, Ike Malada memiliki perusahaan kuliner pattiserie dan canapes alias spesialis dalam membuat kue-kue kecil, Art Plate di Sydney.

(Foto: Nograhany WK)


"Saya belajar hospitality tapi semuanya bisa masak sih, dari keluarga memang masak semua, mama punya restoran, mendarah daging kali, kita sekolahnya nggak ada yang sekolah masak sama sekali sih. Jadi dunianya dari kecil kaya hospitality gitu, it's a nature, dari kecil," ungkap dia.

Ronald lantas bersedia membagikan tips bagi mereka yang berminat terjun ke dunia kuliner, meski tanpa latar belakang sekolah kuliner.

"Yang penting pengalaman sama niat, apalagi kalau mau jadi chef. Semua orang pikir mereka bisa masak, gampang. Ternyata masak itu nggak gampang sama sekali, kita liat kalau orang sudah ada degree bachelor, master, tiba-tiba ganti karier mau ikut chef masak atau apa, it's not easy ternyata, very-very hard work," ungkapnya.

Terjun ke dunia kuliner, harus siap lelah fisik dan mental. Passion saja tak cukup tanpa keahlian yang mumpuni.

"Di dunia hospotality sama chef, harus siapin diri, mental, fisik untuk capek. Harus ada passion sama skill. Punya passion doang tapi nggak ada skill percuma. Like us, kami kerja sudah hampir 18 jam sekarang," pesan dia.

"Mempersiapkan ini, kita kan juga ada pattiserie juga, production kitchen dan itu jalan terus, mulai jam berapa ya, kemarin selesai jam 4 pagi
trus mulai lagi jam 7 trus sampe sekarang belum selesai di dapur," tandas Ronald yang saat itu sibuk mempersiapkan dessert bar mereka di daerah Chippendale, Kensington Street, Sydney.

Baca terus fokusĀ Jelajah Australia, dan ikutiĀ Hidden Quiz-nya!
(nwk/nrl)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed