Organisasi muslim Komite Antidiskriminasi Amerika-Arab akan mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk membahas langkah-langkah keamanan yang perlu diambil.
"Pastinya ada ketakutan akan adanya serangan balasan dan itulah kenyataan yang kami hadapi," tutur Abed Ayoub, direktur legal dan kebijakan untuk Komite Antidiskriminasi Amerika-Arab, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu tetap waspada mengingat atmosfir saat ini dan apa yang terjadi di Paris beberapa minggu lalu dan dampak dari itu," kata Ayoub mengenai serangan teror di Prancis yang menewaskan 130 orang dan diklaim oleh kelompok radikal ISIS.
Atas penembakan yang menewaskan 14 orang itu, para tokoh muslim di San Bernardino melakukan doa bersama di masjid setempat pada Kamis (3/12) malam waktu setempat guna mengenang para korban. Mereka pun menyerukan masyarakat untuk tidak mengaitkan Islam dengan serangan tersebut.
"Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi kekerasan yang tak masuk akal dan mengerikan ini," tegas Ahsan Khan, presiden organisasi Komunitas Muslim Ahmadiyah di Los Angeles.
"Komunitas kami telah berada di wilayah San Bernardino selama hampir tiga dekade dan belum pernah melihat kejahatan seperti ini," imbuhnya. (ita/ita)











































