Polisi AS Yakin Penembakan Brutal di California Telah Direncanakan

Polisi AS Yakin Penembakan Brutal di California Telah Direncanakan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 04 Des 2015 11:08 WIB
Polisi AS Yakin Penembakan Brutal di California Telah Direncanakan
Foto: AFP
California, - Motif penembakan brutal di San Bernardino, California, Amerika Serikat masih misterius. Namun otoritas setempat meyakini penembakan massal itu telah direncanakan sebelumnya.

Kepala Kepolisian San Bernardino, Jarrod Burguan mengatakan, hasil penyelidikan sejauh ini menunjukkan bahwa penembakan tersebut telah direncanakan. Bahkan kedua pelaku, Syed Rizwan Farook dan istrinya, Tashfeen Malik diyakini berniat menimbulkan jumlah korban jiwa yang besar.

Hal ini didasarkan pada temuan bahan peledak yang ditinggalkan pasangan itu di lokasi penembakan. Bahan peledak tersebut berupa tiga bom pipa dengan alat peledak dari jarak jauh yang tampaknya gagal berfungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambah lagi, polisi juga menemukan 12 bom pipa dan amunisi di rumah kontrakan pasangan tersebut di kota Redlands. Dikatakan Burguan, hal-hal itu makin mengarah ke kesimpulan bahwa penembakan tersebut telah direncanakan.

"Saya pikir berdasarkan apa yang telah kami lihat dan berdasarkan bagaimana mereka telah dilengkapi, pasti ada beberapa tingkat perencanaan dalam hal ini," tutur Burguan seperti dilansir media CBC, Jumat (4/12/2015).

Hal senada disampaikan David Bowdich, wakil direktur FBI untuk kantor Los Angeles. "Jelas ada sebuah misi di sini. Kami tahu itu," tutur Bowdich.

"Kami tidak tahu mengapa. Kami tidak tahu apakah ini merupakan target yang diharapkan atau ada sesuatu yang memicu dia melakukan ini segera," imbuhnya.

Sebanyak 14 orang tewas dalam penembakan yang terjadi di gedung Inland Regional Center pada Rabu (2/12) sekitar pukul 11.00 waktu setempat tersebut. Para korban jiwa berumur antara 26 tahun hingga 60 tahun. Sebanyak 21 orang lainnya terluka dalam insiden mematikan tersebut.

Fasilitas tempat insiden penembakan ini terjadi -- Inland Regional Center -- didirikan lebih dari 40 tahun lalu untuk membantu mereka yang memiliki gangguan perkembangan mental. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini