Hal tersebut diungkapkan sumber-sumber penegak hukum seperti diberitakan media ternama AS, Los Angeles Times dan dilansir AFP, Rabu (3/12/2015).
Diberitakan media tersebut, pria dengan nama yang sama diketahui bekerja sebagai spesialis kesehatan lingkungan untuk San Bernardino County, tempat penembakan brutal itu terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pria lainnya ditahan polisi setelah mencoba kabur dari mobil yang ditumpanginya bersama kedua tersangka yang tewas tersebut. Menurut NBC News, tersangka pria lainnya diyakini sebagai saudara laki-laki Farook. Saat ini identitas sang wanita belum diketahui.
Fasilitas tempat insiden penembakan ini terjadi -- Inland Regional Center -- didirikan lebih dari 40 tahun lalu untuk membantu mereka yang memiliki gangguan perkembangan mental. Usai kejadian ini, fasilitas tersebut ditutup, begitu pula dengan lokasi pemukiman di San Bernardino.
Penembakan ini merupakan kekerasan senjata paling mematikan di AS sejak pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut pada Desember 2012 yang menewaskan 27 orang, termasuk pelaku penembakan.
Penembakan massal ini terjadi kurang dari satu minggu setelah seorang penembak menewaskan tiga orang dan melukai sembilan lainnya dalam penembakan membabi-buta di klinik Planned Parenthood di Colorado Springs, Colorado. Pada Oktober lalu, seorang penembak juga membunuh sembilan orang di sebuah kampus di Oregon. Sebelumnya pada Juni, seorang penembak berkulit putih menewaskan sembilan jemaat gereja kulit hitam di South Carolina. Β
(ita/ita)










































