FBI Ingatkan Jangan Buru-buru Sebut Penembakan di California Terorisme

FBI Ingatkan Jangan Buru-buru Sebut Penembakan di California Terorisme

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 10:57 WIB
FBI Ingatkan Jangan Buru-buru Sebut Penembakan di California Terorisme
Foto: CNN
California, - Amerika Serikat kembali diguncang aksi penembakan brutal. Sebanyak 14 orang tewas dan 17 orang lainnya terluka dalam peristiwa mengerikan di San Bernardino, California tersebut.

Belum diketahui motif penembakan massal tersebut. Pejabat Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengingatkan untuk tidak terburu-buru menggunakan istilah terorisme untuk menyebut insiden penembakan yang terjadi pada Rabu (2/12) sekitar pukul 11.00 waktu setempat itu.

"Itu kemungkinan terorisme, namun kami belum tahu. Dan kami tak akan menyebutnya seperti itu saat ini," tutur David Bowdich, wakil direktur FBI yang memimpin kantor cabang Los Angeles seperti dilansir AFP, Rabu (3/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pria dan seorang wanita yang melakukan penembakan brutal tersebut tewas dalam baku tembak dengan polisi, beberapa jam setelah insiden penembakan di Inland Regional Center tersebut. Sementara satu orang lainnya yang diduga terlibat penembakan itu, telah ditahan polisi.

Fasilitas tempat insiden penembakan ini terjadi -- Inland Regional Center -- didirikan lebih dari 40 tahun lalu untuk membantu mereka yang memiliki gangguan perkembangan mental. Usai kejadian ini, fasilitas tersebut ditutup, begitu pula dengan lokasi pemukiman di San Bernardino.

Penembakan ini merupakan kekerasan senjata paling mematikan di AS sejak pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut pada Desember 2012 yang menewaskan 27 orang, termasuk pelaku penembakan.

Penembakan massal ini terjadi kurang dari satu minggu setelah seorang penembak menewaskan tiga orang dan melukai sembilan lainnya dalam penembakan membabi-buta di klinik Planned Parenthood di Colorado Springs, Colorado. Pada Oktober lalu, seorang penembak juga membunuh sembilan orang di sebuah kampus di Oregon. Sebelumnya pada Juni, seorang penembak berkulit putih menewaskan sembilan jemaat gereja kulit hitam di South Carolina. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini