Seorang polisi terluka dalam kontak senjata dengan kedua tersangka tersebut. Keduanya sempat kabur dengan mobil mereka setelah menembak mati 14 orang di San Bernardino, sekitar 100 km sebelah timur Los Angeles pada Rabu (2/12) waktu setempat.
Otoritas setempat juga menahan satu orang yang terlihat kabur meninggalkan mobil tersebut. Namun penyidik belum bisa memastikan apakah orang itu juga terlibat dalam penembakan massal ini. Demikian disampaikan Kepala Kepolisian San Bernardino Jarrod Burguan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (3/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burguan menuturkan, kedua tersangka yang tewas ditembak tersebut bersenjatakan senapan serbu dan pistol. Penyidik saat ini masih menyelidiki kemungkinan bahwa pelaku telah meninggalkan bahan peledak di lokasi penembakan.
Selain menewaskan 14 orang, 17 orang lainnya terluka dalam insiden mematikan tersebut. Penembakan ini merupakan kekerasan senjata paling mematikan di AS sejak pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut pada Desember 2012 yang menewaskan 27 orang, termasuk pelaku penembakan. (ita/ita)











































