"Staf kami dengan sabar menunggu dievakuasi ke tempat lain yang lebih aman. Ini adalah kejadian yang menimbulkan trauma mendalam bagi kami," kata Direktur Eksekutif Pusat Layanan Sosial Bagi Penyandang Cacat, Lavinia Johnson seperti dilansir CNN, Kamis (3/12/2015).
Para keluarga karyawan panik begitu mendengar kabar penembakan tersebut. Dengan penuh ketakutan, para keluarga mencoba mencari tahu kondisi orang yang mereka sayangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sangat ketakutan saat saya berbicara dengannya, tapi dia terlihat kalem," imbuhnya.
Sementara itu polisi saat ini tengah memeriksa seluruh ruangan di kawasan tersebut. Mereka meneliti dengan detil setiap ruangan dan bungkusan yang ada, yang mungkin ditinggalkan oleh 3 orang pelaku penembakan brutal tersebut.
(kff/khf)











































