Sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (3/12/2015), Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menyatakan otoritas Prancis telah menutup dua masjid pada pekan terkahir ini. Dia menuyebut tempat itu diduga mendidik "radikalisasi Islamis".
Cazeneuve mengungkapkan kepada anggota dewan di parlemen soal penutupan masjid itu, yakni di kota Nice. Selain di timur Paris dan di Nice, petugas keamanan menemukan dokumen kaum jihadis dalam masjid yang terkait, yakni di Lagny-sur-Marne. Sembilan orang ditangkap dan 22 orang lainnya dilarang meninggalkan Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam 15 hari, kami menyita sepertiga jumlah senjata-senjata untuk peperangan (war-grade) yang biasanya terkumpul dalam setahun," kata Cazeneuve.
Dua masjid lainnya ditutup pada pekan lalu, yakni di Gennevilliers, Barat Laut dari Paris. Ada juga masjid yang ditutup di Lyon.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Cazaneuve menyatakan razia-razia ini menyasar sejumlah kelompok. "Pengkhotbah kebencian, orang yang mengklaim dirinya imam palsu dan asosiasi budaya palsu yang menyerukan kebencian," kata dia.
(dnu/kff)











































