Ribuan pabrik di pinggiran Chennai terpaksa ditutup akibat banjir, yang juga menyebabkan terputusnya aliran listrik. Bandara internasional di Chennai pun terkena dampak banjir ini. Sekitar 25 penerbangan dibatalkan pada hari Rabu ini karena setidaknya satu landasan terendam banjir.
"Kami telah memulai operasi penyelamatan namun tantangan terbesar adalah menemukan cara untuk membersihkan bandara dan jalan-jalan utama yang terendam banjir," ujar Anurag Gupta, pejabat senior di Otoritas Manajemen Bencana Nasional di New Delhi seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (2/12/2015).
Banjir ini dipicu oleh tingginya curah hujan, bahkan tertinggi dalam satu abad terakhir. Dalam 24 jam terakhir, curah hujan yang tinggi terus melanda Chennai. Menurut badan prakiraan cuaca swasta, Skymet, curah hujan yang tinggi akan terus berlangsung selama 24 jam mendatang. Β
Akhir bulan lalu, para ahli meteorologi mengingatkan bahwa sisa-sisa Topan Marilyn, atau In-Fa yang melewati dekat Filipina, bisa mendatangkan hujan lebat di wilayah pantai timur India.
Atas bencana banjir ini, Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan tim-tim penyelamat dan pasukan paramiliter untuk melakukan operasi penyelamatan di Chennai.
(ita/ita)











































