Dalam persidangan yang digelar Selasa (1/12) waktu AS, Nicholas Michael Teausant mengaku bersalah atas dakwaan mencoba memberikan dukungan bagi ISIS. Pria mualaf itu terancam hukuman penjara maksimum 15 tahun dan denda US$ 250 ribu. Sidang pembacaan vonis hukumannya akan diadakan pada 8 Maret 2016 mendatang.
Teausant ditangkap pada Maret 2014 lalu saat mencoba menyeberang ke Kanada dengan bus untuk menuju Suriah. Pria itu berencana bergabung dengan ISIS di Suriah. Pemuda itu ditangkap menyusul operasi pengintaian yang dilakukan Biro Investigasi Federal AS, FBI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dalam percakapannya dengan seorang informan FBI, dia berbicara mengenai plot untuk menyerang kereta bawah tanah Los Angeles, namun kemudian membatalkan rencananya.
Teausant yang memiliki seorang anak perempuan, diduga ingin pergi ke Suriah dengan harapan "dirinya ada di semua stasiun berita di dunia."
"Saya akan menjadi komandan dan saya akan ada di halaman depan semua surat kabar di negara ini," tutur Teausant kepada informan FBI.
Namun dalam wawancara dengan media Sacramento Bee dari balik jeruji selnya pada tahun 2014, Teausant membantah dirinya akan melancarkan serangan di AS. Para pengacaranya juga berdalih bahwa klien mereka tak menimbulkan ancaman nyata. (ita/ita)











































