Irak Tolak Pengerahan Pasukan Khusus AS untuk Perangi ISIS

Irak Tolak Pengerahan Pasukan Khusus AS untuk Perangi ISIS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 02 Des 2015 10:37 WIB
Irak Tolak Pengerahan Pasukan Khusus AS untuk Perangi ISIS
Foto: REUTERS
Baghdad, - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk mengirimkan pasukan operasi khusus ke Irak guna memerangi kelompok radikal ISIS. Namun hal ini mendapat penolakan dari pemerintah Irak.

Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi menegaskan, pemerintahnya tidak memerlukan pasukan asing untuk memerangi ISIS. Bahkan kelompok-kelompok bersenjata Syiah mengancam akan menyerang pasukan khusus AS tersebut.

"Kami tidak memerlukan pasukan tempur asing di tanah air Irak," cetus PM Abadi dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (2/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditegaskan Abadi, setiap operasi militer ataupun pengerahan pasukan asing -- khusus atau tidak -- di Irak tak bisa terjadi tanpa persetujuan dan koordinasi pemerintah Irak.

Kelompok Kata'ib Hezbollah, salah satu kelompok besar militan Syiah juga menentang pengerahan pasukan khusus AS tersebut. Dikatakan Jafaar Hussaini, juru bicara kelompok militan itu, pasukan AS akan menjadi target utama kelompok tersebut.

"Kami akan mengejar dan melawan pasukan Amerika yang dikerahkan di Irak," kata Hussaini. "Pasukan Amerika tersebut akan menjadi target utama bagi kelompok kami. Kami pernah melawan mereka sebelumnya dan kami siap melanjutkan perlawanan," tandasnya.

Kelompok milisi Syiah lainnya, Organisasi Badr dan Asaib Ahl al-Haq melontarkan pernyataan senada kepada media Reuters. "Semua warga Irak memandang Amerika sebagai penjajah yang tak bisa dipercaya," cetus Muen al-Kadhimi, pejabat senior Organisasi Badr.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads