Dalam wawancara di stasiun televisi Ceko, Assad ditanya apakah dia setuju jika kesepakatan damai dengan pemberontak Suriah ditandatangani di Praha, Ceko seperti yang diusulkan Presiden Ceko Milos Zeman pada September lalu.
"Pada dasarnya, jika Anda menanyakan warga Suriah mereka akan mengatakan bahwa mereka tak ingin konferensi damai di Prancis, misalnya, karena Prancis mendukung terorisme dan perang, bukan perdamaian," cetus Assad seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pos diplomatik Barat terakhir di Suriah, Kedutaan Ceko menjadi pusat komunikasi rahasia Amerika Serikat dan Uni Eropa dengan rezim Suriah di tengah langkah-langkah yang dilakukan untuk menghentikan konflik Suriah.
Prancis belakangan ini kian gencar dengan penolakannya terhadap Assad. Prancis bahkan menyebut Assad sebagai pembantai rakyatnya sendiri. Pada Senin (30/11) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius menegaskan, tak ada rencana untuk bekerja sama dengan militer Suriah dalam memerangi kelompok radikal ISIS, sebelum Assad dilengserkan.
Dalam kunjungannya ke Washington, AS pekan lalu, Presiden Prancis Francois Hollande menyampaikan kembali tentang tekadnya untuk melihat Assad mundur guna memberikan kesempatan perdamaian di Suriah. "Dia telah menjadi masalah -- dia tak bisa menjadi solusi," tandas Fabius. (ita/ita)











































