Dikatakan Erdogan, dirinya siap meletakkan jabatannya jika tuduhan tersebut terbukti.
"Saya ingin mengatakan sesuatu yang sangat tegas di sini. Jika hal seperti itu terbukti, budi luhur negara kami akan mengharuskan saya untuk tidak terus menjabat," tutur Erdogan seperti dikutip kantor berita resmi Turki, Anatolia dan dilansir AFP, Selasa (1/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan pun menantang Putin untuk melakukan hal yang sama. "Dan saya katakan pada Bapak Putin 'apakah Anda ingin tetap menjabat?' Saya katakan ini dengan jelas," kata Erdogan.
Putin telah menolak untuk bertemu ataupun berbicara via telepon dengan Erdogan setelah penembakan pesawat militer Rusia oleh jet tempur Turki di dekat perbatasan Suriah. Pada Senin, 30 November waktu setempat, Putin menuding Turki menembak jatuh pesawat perang Rusia, Su-24 pekan lalu demi melindungi pasokan minyak dari kelompok ISIS untuk Turki. Tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah Turki.
"Kita harus tetap sabar dan tidak bertindak emosional," cetus Erdogan. Menurut pemimpin Turki itu, negaranya mendapatkan seluruh impor minyak dan gasnya "lewat jalur legal".
"Kami tidak jujur jika melakukan pertukaran ini dengan kelompok teroris. Semua orang perlu tahu hal ini," tegas Erdogan.
Menyusul jatuhnya pesawat Su-24 setelah ditembak jet tempur F-16 Turki pekan lalu, Putin menuduh Turki sebagai "kaki tangan teroris". Putin pun mengatakan, minyak dari wilayah yang dikuasai ISIS diekspor lewat Turki.
(ita/ita)











































