AS Ingatkan Kemungkinan Serangan di Kabul dalam 2 Hari Mendatang

AS Ingatkan Kemungkinan Serangan di Kabul dalam 2 Hari Mendatang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 30 Nov 2015 17:28 WIB
AS Ingatkan Kemungkinan Serangan di Kabul dalam 2 Hari Mendatang
Foto: Internet
Kabul, - Amerika Serikat mengingatkan adanya serangan dalam waktu dekat di Kabul, Afghanistan dalam dua hari mendatang. Peringatan ini disampaikan di tengah dimulainya kembali upaya-upaya resmi untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai dengan Taliban yang mandek.

Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul pun mengeluarkan peringatan bagi warga negara Amerika di Kabul untuk sangat berhati-hati selama periode "meningkatnya ancaman ini". Namun pihak Kedubes tidak menjelaskan lebih detail mengenai kemungkinan target serangan ataupun metode serangan.

"Kedubes AS di Kabul telah menerima laporan kredibel mengenai serangan dalam waktu dekat di Kabul... dalam waktu 48 jam mendatang," demikian peringatan yang diposting Kedubes AS di situsnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi keamanan di Afghanistan sangat tidak stabil, dan ancaman bagi seluruh warga negara AS di Afghanistan tetap kritis," demikian statemen Kedubes AS.

Kedubes AS memang kerap mengeluarkan peringatan serupa. Namun peringatan terbaru ini disampaikan seiring akan bertemunya para pemimpin Afghanistan dan Pakistan di sela-sela konferensi PBB di Paris, Prancis. Pertemuan antara Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tersebut bisa menjadi langkah pertama untuk melanjutkan kembali pembicaraan damai dengan Taliban yang dimediasi Pakistan.

Pakistan yang memiliki pengaruh cukup besar atas militan Taliban, menggelar putaran pertama negosiasi damai pada Juli lalu. Namun pembicaraan itu mandek setelah Taliban mengkonfirmasi kematian pemimpin mereka Mullah Omar. Pemerintah AS dan China telah mendesak dimulainya kembali pembicaraan damai tersebut. Namun ketegangan hubungan antara Islamabad dan Kabul telah mempersulit upaya tersebut.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads