Sebagaimana dilansir AFP, Minggu (29/11/2015), mayat itu didapatkan Turki dari Suriah. Kini mayat tersebut masih berada di pihak Turki.
"Pilot yang meninggal dunia selama pelanggaran udara telah kami terima di perbatasan (dengan Suriah), tadi malam," kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu di Istanbul sebelum meninggalkan lokasi untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia telah mengumumkan sanksi ekonomi kepada Turki. Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak meminta maaf kepada Rusia. Erdogan sempat menyebut Rusia 'bermain api' dengan terlibat dalam operasi militer di Suriah terkait kelompok militan ISIS. (dnu/nrl)











































