Bantahan itu disampaikan oleh dua pejabat pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters, Sabtu (28/11/2015).
Putin sebelumnya menyebut AS mengetahui jalur penerbangan pesawat tempur Rusia jenis Su-24 yang ditembak jatuh Turki pada 24 November lalu. Putin mengklaim Rusia telah memberi informasi awal soal jalur pesawat itu ke AS yang juga melancarkan operasi militer di Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentagon belum mengomentari secara resmi klaim Putin ini. Namun diketahui bahwa sebelumnya Rusia memang memberikan pemberitahuan kepada koalisi pimpin AS sebelum mereka melakukan operasi militer mereka di Suriah, seperti saat peluncuran rudal pada 17 November lalu.
Komunikasi semacam ini dimaksudkan untuk menghindari bentrok dan kontak antara pesawat-pesawat Rusia dengan pesawat koalisi AS yang sama-sama melakukan operasi militer di Suriah, namun berbeda target. Terlebih Rusia dan AS telah menandatangani nota kesepahaman pada Oktober lalu, demi meminimalkan risiko kontak antara pesawat kedua negara.
Namun untuk kali ini, menurut keterangan dua pejabat AS, Rusia tidak memberikan rincian operasional mereka kepada AS, seperti yang disebut Putin dalam pernyataannya kepada wartawan. Batasan komunikasi antara militer AS dengan Rusia sebelum atau setelah insiden penembakan pesawat Rusia ini terjadi, tidak begitu jelas.
(nvc/try)











































